UJIAN DARI PENYAKIT bagian 3
Hikayat
Pada zaman dulu ada seorang lelaki dari Bani Israil yang
sangat fasik (jahat). Para penduduk sekitar tidak kuasa mencegahnya dari
berbuat maksiat. Mereka pun memilih memasrahkannya pada Allah.
Maka Allah berfirman pada Nabi Musa. “sesungguhnya di antara
Bani Israil ada seorang pemuda yang sangat fasik. Usirlah dia dari negerinya
agar api neraka tidak menjamah penduduk sekitarnya.”
Maka datanglah Nabi Musa kepada pemuda tersebut lalu
mengusirnya dari negeri itu.
Pemuda itu kemudian pergi ke suatu desa. Allah menyuruh Nabi
Musa agar mengusirnya pula dari desa itu. Maka Nabi Musa pun mengusir pemuda
itu lagi.
Pemuda itu kini pergi ke padang pasir yang tiada penghuninya
dan tiada tempat berteduh. Sampai suatu hari ia pun jatuh sakit. Di tengah
padang pasir itu tak ada otang yang menolongnya, sehingga ia roboh ke tanah.
Dalam sakitnya itu, ia memelas kepada Allah. “ Ya Allah, sendainya ibuku ada di
sisiku, pasti ia akan mengasihiku dan menangisi keadaanku. Dan seandainya
ayahku ada di sini, tentu ia akan menolongku.
Dan seandainya istriku ada di
sampingku, tentu ia akan menangis karena akan berpisah denganku (mati). Dan
seandainya anak-anakku ada di sini pula, tentu mereka akan menangis di belakang
mayatku. Mereka akan berdoa,”Ya Allah, ampunilah ayah kami yang terasing ini.
Yang lemah, jahat, dan terusir dari negerinya ke negeri lain, dari negeri lain
ke desa lain lagi, dari desa asing ke padang pasir. Ia yang meninggal dengan
putus asa dari segala sesuatu kecuali dari rahmat-Mu.”
“Ya Allah, meski Kau telah bakar hatiku sebab berpisah dengan
mereka, janganlah Kau bakar diriku dengan neraka-Mu.”
Kemudian Allah mengutus satu bidadari dalam wujud ibunya,
satu bidadari lagi dalam wujud istrinya, dan pemuda-pemuda surge dalam wujud
anak-anaknya. Serta, diutus pula satu malaikat dalam perwujudan ayahnya. Mereka
duduk di samping pemuda itu dan menangisinya untuk menyenangkan hatinya. Pemuda
itu pun berkata,”Ya Allah, sungguh Engkau tidak memutuskan dari rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu….” Akhirnya pemuda tersebut
meninggal dalam keadaan bersih dari dosa.
Allah kemudian menurunkan wahyu pada Nabi Musa, “ wahai Musa,
pergilah ke padang pasir (begini) dan (begini). Sungguh telah meninggal di
tempat itu salah satu kekasih-Ku. Mandikan, kafani, shalatkan dan kuburkan
jenazahnya.”
Nabi Musa pun pergi ke tempat yang dimaksud.
Ketika sampai di tempat itu, nabi Musa melihat pemuda yang
dulu pernah diusirnya dari suatu negeri atas perintah Allah. Ia juga melihat
bidadari menangisi pemuda itu. Kemudian Nabi Musa berkata, “ Ya Allah, bukankah
ia pemuda fasik yang telah kuusir atas perintah-Mu?”
“Benar wahai Musa. Tapi sesungguhnya Aku
mengasihi dan mengampuninya karena kesusahannya ketika sakit, berpisah dengan
orang tua, anak-anak serta istrinya. Dan Aku juga telah mengirim bidadari dan
malaikat yang menangisinya karena kehilangan dan keterasingannya. Ketika ia
mati, menangislah penduduk langit dan bumi karena kasihan padanya. Bagaimana
Aku tidak mengasihinya, sedangkan Aku adalah Dzat yang Maha Pengasih! ?”
Komentar
Posting Komentar